Mon. May 27th, 2019

Remaja Tersangka Penikaman, Serahkan Diri Setelah Sebulan Buron

Medan Labuhan |Hampir sebulan lamanya pemuda berinisal RT (17 th) melarikan diri setelah kejadian menusuk temannya hingga tewas, akhirnya dia menyerahkan diri kepada pihak berwajib di Polsek Pelabuhan Belawan, Medan Sumut, Senin (15/4).

“Atas saran dari pihak kelurganya dan dengan rasa penyesalan yang mendalam akhirnya, RT menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata sumber pilarbangsanews.com di Medan.

Peristiwa penusukan yang menyebabkan tewasnya Muhammad Rizky Hamdani (17 thn), terjadi pada hari Selasa tanggal 25 Maret 2019.

Waktu itu sekitar pukul 23:00 WIB, tersangka RT beserta temannya bernama Bambang mengendarai sepeda motor, melintas di jembatan Kuning Sungai Deli Jl. Kelurahan Yos Sudarso.

Sementara saat itu korban bersama teman-temannya duduk di trotoar jalan. Dan korban mengatakan “Mata Kau”

Kata kata “mata kau” membuat tersangka marah dan memutar balik kendaraannya terus menghampiri korban.

Melihat temannya membawa pisau dipinggangnya, Tersangka mengambil pisau tersebut.

Begitu dekat dengan korban, terasangka lalu menendang korban sehingga korban jatuh menelungkup. Dalam posisi menelungkup itu, tersangka yang ditangannya telah memegang pisau, langsung menghujam beda tajam itu ke punggung korban dua kali.

Korban telah terkapar ditempat kejadian, tersangka melarikan diri tapi teman korban pemilik pisau ditangkap polisi beberapa saat setelah kejadian.

Mengetahui bahwa korban meninggal dunia tersangka merasa ketakutan dan meminta bantu uang transport untuk berangkat ke Kabupaten Duri di tempat saudara.

Namun setelah hampir sebulan lamanya, korban selalu dihantui perasaan cemas, atas saran pihak keluarga akhirnya tersangka kembali ke Medan.

Mendapat info bahwa tersangka akan tiba dari Duri ke Medan menumpang Bus PMH, petugas didampingi Kepling Lk. 6 Kelurahan Bahari selanjutnya team opsnal kordinasi dgn Pihak Polsek Belawan, mengamankan tersangka dan membawanya ke Polsek Medan Labuhan guna Proses lebih lanjut. (Hz)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *