Mon. Dec 10th, 2018

Hanya 49 % Warga Tau Pilgubsu, KPU Sumut Jangan Terlalu Fokus Hal Ceremonial

Medan | Minimnya warga yang mengetahui jadwal pencoblosan Pilgubsu 2018 di Sumatera Utara perlu menjadi perhatian khusus bagi KPU Sumatera Utara. Berbagai upaya untuk mendongkrak langsung pengetahuan masyarakat tentang agenda politik lima tahunan tersebut menjadi hal yang harus segera dilakukan mengingat hari pencoblosan tidak lebih dari 2 bulan kedepan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Muchri Fauzy Hafiz terkait hasil data hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) medio 11-15 April 2018 lalu yang menyebutkan bahwa hanya 49 persen dari pemilih yang mengetahui jadwal pencoblosan Pilgubsu 2018.

“Hasil survey ini harus jadi salah satu pertimbangan guna evaluasi program yang dilakukan oleh KPU Sumut,” katanya, Senin (30/4).

Muhri menjelaskan, titik persoalan atas minimnya pengetahuan masyarakat terhadap jadwal Pilgubsu 2018 ada pada KPU Sumatera Utara. Hal ini karena kewenangan dalam sosialisasi termasuk kampanye pasangan calon, sepenuhnya sudah diatur menjadi kewenangan mereka sesuai aturan UU Pemilu. Dalam hal inilah ia meminta agar KPU Sumatera Utara tidak lagi terfokus pada acara yang sifatnya seremonial, melainkan langsung turun melihat persoalan yang menyebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang Pilgubsu 2018 tersebut.

“Kalau masih berkutat pada acara seremonial, saya sangat pesimis KPU Sumut akan mampu meningkatkan partisipasi,” ujarnya.

Salah satu cara yang tepat menurut Muhri adalah dengan memaksimalkan peran media massa dalam sosialisasi. Namun hal ini menurutnya tidak lagi dalam tataran kegiatan ceremonial melainkan publikasi yang sifatnya on the spot alias dari titik persoalan, sebab pelibatan media dalam tataran ceremonial seperti pembekalan media terkait aturan dan bentuk partisipasi dalam pemilu merupakan tataran yang dari sisi waktu tidak lagi efisien.

“Saya dengar ada media gathering di Mickey Holiday. Kegiatan ini saya kira tujuannya baik, namun dari sisi waktu menurut saya kegiatan seperti ini harusnya jauh hari diawal tahapan Pilgubsu 2018. Kalau sekarang tidak tepat lagi mengingat yang diperlukan saat ini aksi langsung, bukan lagi pada tataran pembekalan materi lagi sifatnya,” demikian Muhri.(Herry Z)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *