Sun. Oct 20th, 2019

Dandim 0201/BS Hadiri Dzikir dan Tabligh Akbar di Lapangan Merdeka Medan

Medan ~ Harmonisasi hubungan antara TNI-Polri, aparatur pemerintah, dan ribuan warga Kota Medan kembali dibuktikan dalam dzikir dan tabligh akbar bersama di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (31/3/2018) malam.

Acara bertemakan “Melalui Dzikir Bersama Kita Pelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Demi Terwujudnya Kamtibmas Kota Medan dan Sekitarnya yang Kondusif”, bertujuan untuk mempersatukan elemen masyarakat agar terhindar dari isu-isu negatif dan konflik antaragama.

Kegiatan menampilkan penceramah dari Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, dan turut dihadiri Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono, MSi, Kapoldasu, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Wakapoldasu, Irwasda Poldasu, PJU Poldasu, Kapolrestabes Medan, Kapolres Belawan, Kapolres Langkat, Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Ketua MUI Medan Prof Dr M Hatta, dan para ketua ormas Islam/ulama/pimpinan pondok pesantren di Kota Medan sekitarnya, serta 3000-an warga.

Sambutan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto intinya mengajak seluruh elemen untuk menjaga kondusifitas Kota Medan sebagai barometer wilayah Sumatera Utara, terutama menjelang Pilkada serentak 2018.

Hal senada kembali ditegaskan Kapoldasu, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw. “Selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, momen dzikir dan tabligh akbar bersama ini hendaknya bisa dijadikan sarana membangun persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih kokoh lagi, terutama dalam memaknai perkembangan demokratisasi di negara kita saat ini,” ungkapnya.

Kapoldasu berharap, seluruh elemen yang hadir bisa melakukan antisipasi bersama TNI-Polri, dan aparatur pemerintahan terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat yang justru dapat merusak keamanan dan ketertiban.

Seperti berita Hoax, ujaran kebencian, sikap intoleran, ideologi anti Pancasila, pemanfaatan Pilkada dengan isu SARA, isu entitas hubungan pribumi dan non pribumi, isu agitas kebangkitan PKI, isu keberpihakan pemerintah, isu penyerangan tokoh agama, dan isu-isu lainnya yang dapat memicu konflik di masyarakat.

“Mari kita semua bersama-sama membangun toleransi antarberagama yang lebih kokoh lagi, bersama dengan TNI-Polri menjaga stabilitas Kamtibmas, dan menolak semua bentuk Hoax,” ucap Kapoldasu menyampaikan pesannya.

Begitu juga dengan harapan Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono, MSi. Diakuinya, sinergitas TNI-Polri, aparatur pemerintah, dan elemen masyarakat seperti di Kota Medan saat ini, sudah tepat sebagai upaya mewujudkan kondusifitas wilayah. Karenanya, hal-hal seperti ini harus terus menerus dilakukan.

Terkait antisipasi beragam isu di masyarakat saat ini, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengajak seluruh elemen untuk tidak mempersoalkan perbedaan yang ada, melainkan mempersatukan persamaan di antara sesama demi keutuhan dan kedaulatan NKRI.

“Jika Sumatera Utara menjadi barometer keamanan di Indonesia, maka kita bersama-sama harus menjaganya. Ingat, bangsa Indonesia memiliki berbagai keberagaman suku, agama dan budaya. Tapi jangan melihat perbedaan yang justru dapat memecah belah kita, namun mari lihat persamaannya yang dapat mempersatukan kita. Indonesia adalah rumah kita mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,” papar Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengakhiri sambutan.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan dzikir bersama dipandu oleh Ustadz Afif Saleh Adri dan ceramah oleh Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, yang membahas tentang keutamaan Nabi Muhammad SAW, keutamaan kitab suci Al-Qur’an, keistimewaan Indonesia dengan beragam budaya, agama dan adat, namun tetap hidup dalam damai dan penuh toleransi, serta tentang pemerintahan Indonesia untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipandu Buya H Amirudin MS.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *